kenary

just for fun , be your self

ayam kinantan masih berkokok

leave a comment »

Pendukung setia PSMS pantas menyungging senyum. Tim asal Medan ini hampir dipastikan bakal berlaga di ajang Liga Super musim ini. Kepastian itu bisa terjadi berkat adanya “tangan besi” sejumlah oknum PSSI.

Bahkan oknum PSSI ini sudah mengeluarkan semacam jaminan PSMS bakal dinyatakan lolos dari verifikasi BLI, meski kondisi stadion Teladan Medan sangat amburadul.

Semula, tim berjuluk si “Ayam Kinantan” ini sudah hampir dapat dipastikan tidak bakalan bisa berlaga di Liga Super. Alasannya, selain karena ketiadaan dana, infrastruktur Stadion Teladan yang menjadi home-base PSMS kondisinya sangat tak layak.

Kepastian itu semakin menguat tatkala manajemen menolak kehadiran Sihar Sitorus sebagai investor, akhir April lalu. Penolakan itu lantaran manajemen tidak setuju dengan pembagian saham yang diajukan Sihar Sitorus.

Putra dari pengusaha perkebunan sawit DL Sitorus itu menetapkan pembagian saham 96-4. Menurut manajemen, pembagian seperti itu membuat posisi 40 klub anggota PSMS sebagai pemilik menjadi terjepit.

Pasca penolakan, manajemen PSMS berjanji akan tetap mengupayakan mencari investor baru agar PSMS tetap bisa ikut berlaga di Liga Super. Namun janji yang diumbar oleh salah seorang pengurus PSMS, Julius Raja, hanya sebatas pemanis bibir. Janji mencari investor baru tak kunjung ada.

Karena tidak bisa mengusahan investor baru, manajemen kemudian berencana hanya membidik kompetisi Divisi Utama saja. “Kami sudah tak berhayal lagi untuk ikut berlaga di Liga Super. Saat ini, kami hanya konsentrasi untuk berlaga di kompetisi divisi Utama. Di ajang ini, dana yang dibutuhkan tidak sebanyak di Liga Super,” ucap Julius Raja, salah seorang pengurus PSMS.

Tetapi keputusan itu ditolak warga Medan. Mereka tetap mengharapkan PSMS harus bisa berlaga di kompetisi Liga Super. Di tengah suasana kalut itu, pengurus PSMS melakukan pertemuan ulang dengan Sihar Sitorus. Menurut kabar, pertemuan itu bisa berlangsung berkat “kebaikan” hati tiga oknum PSSI yakni Andi Darussalam, Djoko Driyono, dan Mahfuddin Nigara.

Entah dengan kiat apa, akhirnya Sihar Sitorus bersedia mengelola PSMS untuk jangka waktu lima tahun ke depan tanpa ada persyaratan lain. Kesediaan Sihar ini wajar menimbulkan tanda tanya besar.

Pasalnya, selain pembagian saham 96-4 yang ditetapkannya, Sihar juga sempat mengajukan persyaratan lain diberi hak untuk mengelola Stadion Teladan. Bahkan salah seorang tokoh sepakbola Medan, Amran YS sangat meragukan kehadiran Sihar. “Kehadiran Sihar mau mengelola PSMS ada unsur politisnya,” tegas Amran YS.

Terlepas dari itu, saat ini memang tengah berhembus kabar bahwa Sihar Sitorus akan mencalonkan diri menjadi Wakil Walikota Medana pada periode mendatang berpasangan dengan seorang pengusaha besar. Sihar Sitorus disebut-sebut diusung PPRN – Partai Pembela Rakyat Nasional.

bolanews.com

Written by kenary

Mei 20, 2008 pada 12:11 pm

Ditulis dalam sport

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: