kenary

just for fun , be your self

Pendukung Gus Dur Datangi FPI di Berbagai Daerah

leave a comment »

Putri kedua mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, Zannuba Arifah Chafsoh, akrab dipanggil Yenny Wahid, memastikan seluruh pendukung dan pecinta Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sepakat menggelar aksi mendatangi langsung para pengikut Front Pembela Islam (FPI) di seluruh daerah di Indonesia untuk kemudian diajak berdialog.

Langkah itu menurut Yenny, yang juga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), bertujuan menyalurkan kemarahan dam protes para pengikut Gus Dur yang tidak terima dengan pernyataan pemimpin FPI Habib Muhammad Rizieq Shihab sebelumnya di media massa, yang dianggap telah menghina Gus Dur.

Menurut Yenny, Selasa (3/6), pada Senin malam partainya dan seluruh organisasi underbouw, baik PKB maupun Nahdlatul Ulama, seperti Garda Bangsa, GP Anshor, PMII, IPNU, dan para simpatisan Gus Dur lainnya telah menggelar pertemuan di beberapa lokasi membahas rencana aksi tersebut.

”Sesuai rapat Senin malam, mulai hari ini dan besok kami akan menggelar aksi meminta pembubaran FPI di sedikitnya 30 kota se-Indonesia. Kami menggelar aksi ini sekaligus sebagai bentuk kanalisasi kemarahan dan kegeraman para pendukung Gus Dur sehingga tidak disalurkan dalam bentuk yang anarkis,” ujar Yenny.

Yenny menambahkan, pihaknya menjamin tidak akan ada bentrokan fisik dengan para pendukung FPI karena dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya sudah disepakati kedatangan mereka nanti dilakukan secara damai dan tanpa ada seorang pun diperbolehkan melukai siapa pun sesuai koridor aksi yang telah disepakati dan ditetapkan.

”Hari ini FPI di Jember sudah membuat surat pernyataan meminta maaf kepada Gus Dur dan membubarkan diri. Bagi kami, perkara FPI akan membubarkan diri atau tidak hal itu persoalan kedua. Yang penting negara harus menjalankan kewajibannya melindungi warga negara,” ujar Yenny.

Kelompok-kelompok macam FPI itu, menurut Yenny ada di negara mana pun. Akan tetapi persoalan utamanya adalah apakah negara dan pemerintah mampu membatasi ruang gerak kelompok-kelompok tersebut.

Walau pun dibubarkan, hal itu menurut Yenny hanya akan menjadi langkah percuma saja selama pemerintah di sisi lain tetap memberi ruang gerak pada kelompok-kelompok tadi. Untuk itu Presiden Yudhoyono dimintanya bisa bertindak konkret dan tidak hanya berwacana dan menyatakan prihatin dan mengecam.

”Negara jangan pernah vakum memberi perlindungan ke para warga negaranya karena jika tidak, akan terjadi bentrokan, yang ujungnya menyebabkn masyarakat merasa keberadaan pemerintah tidak ada gunanya. Kami menggelar langkah ini sekaligus untuk menyadarkan pemerintah supaya mampu mengendalikan,” ujar Yenny.

sumber: kompas.com

Written by kenary

Juni 3, 2008 pada 3:09 pm

Ditulis dalam berita

Tagged with ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: