kenary

just for fun , be your self

Presepsi dan Fantasi seks pria

leave a comment »

Apa yang dipikirkan pria bila membaca kata “seks”? Apa yang dibayangkan oleh pria bila menemukan kata “seksi” pada kalimat yang dibacanya? Maka bila Anda berdalih bahwa kata kata-kata tersebut tidak mempunyai pengaruh pada pria dengan alasan sangat tergantung pada karakter seseorang untuk berpikir positif maka Anda telah terjebak dalam pembelaan diri yang sebenarnya dalih tersebut digunakan oleh pria untuk menutup fantasinya.

Pria mempunyai persepsi yang berbeda dengan wanita terhadap masalah seks, wanita memandang seks adalah pada proses keintiman sedangkan pria adalah proses aktivitas yang membangkitkan gairah seksualnya. Seakan sudah menjadi kodratnya, hormon birahi pria seakan-akan dapat meledak setiap saat seperti menunggu stimulan sebagai pemicunya.

1. Pria selalu berkhayal dapat meng-knock out pasangannya diatas ranjang

Pria sangat merasa puas bila pasangannya dapat merasakan sensasi dari cara bercintanya, atau bahkan wanita tidak sanggup atau kewalahan meladeni permainannya. Pria akan selalu menganggap dirinya perkasa di atas ranjang bila dapat bercinta melebihi dari waktu normalnya.

Fakta sesungguhnya;

Pria lemah dalam bercinta, dalam sehari pria secara normal dapat orgasme 4-5x dalam seharinya, bahkan frekuensi ini akan turun secara drastis seiring dengan pertambahan usia. Berbeda dengan wanita yang dapat merasakan orgasme berkali-kali dalam sekali hubungan seks (multi orgasm) dan wanita masih mampu setiap saat untuk melakukan hubungan seks tanpa memerlukan jeda waktu tertentu seperti pria membutuhkan waktu untuk ereksi kembali.

2. Pria menganggap dirinya paling tahu soal seks dibandingkan pasangannya.

Pria menganggap aktivitas seks yang di awali dengan foreplay sampai pada tahap intercourse merupakan kebiasaan yang mesti dilakukan untuk memberikan kepuasan pada pasangannya.

Fakta sesungguhnya;

Pria sangat sulit memberikan kepuasan pada pasangannya, biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk dapat memberikan orgasme pada pasangannya, bahkan disebutkan wanita membutuhkan 25 menit setelah setelah pria mengalami ejekulasi! Bila pria tahu memperlakukan wanita pada tempatnya wanita hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk mencapai orgasme pertamanya!

3. Pria selalu mengidamkan mempunyai Mr Happy dengan size diatas normal rata-rata.

Kalau seandainya pria mempunyai kesempatan untuk dapat mengubah ukuran fisik maka pria akan lebih memilih untuk memperpanjang atau membesarkan Mr happy-nya. Pria mengaggap bahwa ukuran merupakan faktor penting dalam aktivitas seks.

Fakta sesungguhnya;

Tidak bisa dipungkiri, ketika informasi dan revolusi seks yang sangat cepat, wanita menyukai Mr Happy dengan ukuran tertentu, akan tetapi ini bukanlah suatu masalah besar bagi wanita. Wanita tidak mempermasalahkan ukuran, karena bagi wanita menikahi suaminya adalah hal utama dibandingkan dengan menikahi Mr Happy-nya. Wanita membutuhkan rasa nyaman dan rasa dicintai disaat pria mulai menyentuh dirinya.

4. Pria selalu memimpikan wanita yang mempunyai ukuran dada jumbo, pinggang yang kecil dan pinggul yang besar sebagai pasangan bercintanya.

Pria beranggapan bahwa seksi berdasarkan pada kriteria terntu yang dapat membangkitkan hasrat seksualnya meledak-ledak.

Fakta sesungguhnya;

Ternyata pria sangat mudah terangsang walaupun tubuh wanita yang di idam-idamkan itu tidak sesuai dengan harapannya. Pria bahkan dapat terangsang hanya dengan melihat paha seorang wanita tersingkap, hal ini sangat bertolak belakang dengan wanita, ia tidak akan semudah itu untuk terangsang.

5. Pria beranggapan bahwa semakin lama waktu untuk bersenggama maka akan semakin baik.

Pria mempunyai krisis kepercayaan diri dalam berhubungan seks, takut dianggap tidak perkasa, ketakutan mengalami ejekulasi dini dan haus akan pujian tentang kemampuannya, sehingga pria menggunakan obat-obatan yang dapat memperlambat ejekulasi sebelum melakukan hubungan intim

Fakta sesungguhnya;
Obat-obatan penambah keperkasaan mempunyai efek samping seperti impotensi, kebutaan dan sebagainya. Wanita tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai orgasme dalam melakukan intercourse, semakin lama waktu maka akan membuat dinding vagina menjadi kurang peka dan mati rasa, malah tidak menimbulkan sensasi nikmat melainkan rasa sakit. Acara yang sesungguhnya malah membuatnya merasa tersiksa.

Written by kenary

Juni 17, 2008 pada 11:55 am

Ditulis dalam artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: